menganalisis teks negosiasi bahasa indonesia

menganalisis kekurangan dan struktur teks negosiasi yang ada

  1. chusnawatinurul
    menganalisis kekurangan dan struktur teks negosiasi yang ada
    Transcript Header:
    menganalisis teks negosiasi bahasa indonesia
    Transcript Body:
    • 1. TEKS NEGOSIASI
    • 2. KELOMPOK 3 1. Amrih Wening P. 2. Arini Millati 3. Chusnawati Nurul F. 4. Madhea Rizqi K. 5. Rizal Fathurahman M. 6. Sarju Priyono
    • 3. Jual Beli
    • 4. Di Pasar Malioboro tersedia berbagai macam oleh-oleh khas Yogyakarta, Deni yang akan pulang dari liburan, ingin membeli sebuah Baju batik untuk oleh-oleh pulang, Ia pun memasuki sebuah Toko Baju yang cukup Ramai, saat memilih Baju, Ia pun melihat Baju yang menarik perhatiannya. Penjual : Mau cari Apa Mas? Deni : Hmm, Baju yang ini harganya berapa ya? Penjual : Kalau yang ini harganya 150.000 Deni : Wah ko' mahal sekali Mba? Penjual : Iya, soalnya bahannya bagus dan juga limited edition Deni : Iya memang benar bahannya bagus, tapi aPakah harganya tidak bisa kurang? Penjual : Baiklah saya kurangi,jadi 145.000 gimana? Deni : Wah itu masih kemahalan Mba, kurangi sedikit lagi Mba Penjual : Ga bisa Mas ini saja sudah murah Deni : Gimana kalau 140.000 Mba? Penjual : Ga bisa Mas, itu sudah paling murah Deni : Ayolah Mba ini buat oleh-oleh saya di rumah Penjual : Baiklah buat Mas saya bolehkan, mau beli apalagi? Deni : Tidak ini saja, ini Uangnya. Penjual : Ya, terimakasih Deni : sama-sama
    • 5. Analisa Teks Negosiasi Di Atas : 1. Bahasa yang digunakan bahasa sehari-hari 2. Terdapat narasi dan dialog 3. Tanda baca belum lengkap 4. Penulisannya tidak baku 5. Tidak ada aktivitas non verbal 6. Belum terdapat judul
    • 6. Negosiasi Penjual dan Pembeli Baju Di Pasar Malioboro tersedia berbagai macam oleh-oleh khas Yogyakarta, Deni yang akan pulang dari liburan, ingin membeli sebuah Baju batik untuk oleh-oleh pulang, Ia pun memasuki sebuah Toko Baju yang cukup Ramai, saat memilih Baju, Ia pun melihat Baju yang menarik perhatiannya. Deni : “Permisi ,Mbak.” (Menyunggingkan senyum) Penjual : “Iya ,Mas. Mau cari Apa Mas?” Deni : “Hmm, Baju yang ini harganya berapa ya?” (Memegang baju batik yang dimaksud) Penjual : “Kalau yang ini harganya Rp 150.000,00.” Deni : “Wah kok mahal sekali Mbak?” Penjual : “Iya, soalnya bahannya bagus dan juga limited edition.” Deni : “Iya memang benar bahannya bagus, tapi apakah harganya tidak bisa kurang?” Penjual : “Baiklah saya kurangi,jadi Rp 145.000 gimana?” PROLOG ORIENTASI PENAWARAN
    • 7. Deni : “Wah itu masih kemahalan Mbak, kurangi sedikit lagi Mbak.” Penjual : “Nggak bisa Mas ini saja sudah murah.” Deni : “Gimana kalau Rp 140.000 Mbak?” Penjual : “Nggak bisa Mas, itu sudah paling murah.” Deni : “Ayolah Mbak ini buat oleh-oleh saya di rumah.” Penjual : “Baiklah buat Mas saya bolehkan, mau beli apalagi?” Deni : “Tidak ini saja, ini uangnya.” Penjual : “Ya, terima kasih” Deni : “Sama-sama, semoga laris dagangannya ya mbak ” Penjual : “Iya mas, aamiin.” (tersenyum) (Deni pergi meninggalkan toko tersebut) PERSETUJUAN PENAWARAN PEMBELIAN PENUTUP EPILOG
    • 8. Pengusaha dan Pihak Bank
    • 9. Pengusaha : selamat pagi Pak … Pihakbank : pagi , mari silakan duduk . Pengusaha : terima kasih Pak , perkenalkan saya sultonis aya adalah pengusaha tenun tradisional . Pihakbank : ada keperluan apa ? Pengusaha : saya ingin mengembangkan usaha saya , maka dari itu saya ingin mengajukan usulan kredit uang di bank ini Pihakbank : oh…… emangnya barapa besar kredit yang anda ingnkan ? Pengusaha : 200 juta Pak. Pihakbank : wah itu terlau besar Pak , bank kami tidak dapat mengabulkan ajuan baPak Pengusaha : tapi saya membutuhkan uang sebesar itu Pak . Pihakbank : tapi itu terlalu besar Pak , bagaimana kalau 100 juta saja .
    • 10. Pengusaha : tidak bisa Pak , karena biaya modal dan biaya bahan baku yang saya butuhkan sekitar 200 juta . Pihak bank : bagaimana kalau 120 juta . pengusaha : itu terlalu kecil Pak , bagaimana kalau 150 jta . pihak bank : emm , baiklah kalau 150 juta , mungkin kami akan mengusahaannya anda tinggal membuat proposal saja . pengusaha : usahakan secepatnya Pak , saya akan mengirimkan proposalnya secepatnya . pihak bank : baiklah saya akan usahakannya pengusaha : terima kasih ya Pak . pihak bank : baiklah sama-sama … pengusaha : saya permisi pulang dulu Pak …..
    • 11. Analisa  Tidak ada narasi  Tanda baca kurang lengkap  Ada penulisan yang kurang baku  Bahasa yang digunakan formal  Tidak ada aktivitas non verbal  Terdapat kata sapaan “Pak”  Belum terdapat judul
    • 12. Negosiasi Pengusaha dan Pihak Bank Suatu hari, seorang pengusaha tenun tradisional ingin mengajukan kredit untuk mengembangkan usahanya. Lalu pengusaha itu pergi ke bank terdekat. Setelah bertanya dengan satpam penjaga, pengusaha tersebut diantar ke ruang bagian kredit. Lalu pengusaha itu memasuki ruang tersebut. Pengusaha : “Selamat Pagi, Pak …” (Bersalaman) Pihakbank : “Pagi . Mari silakan duduk .” Pengusaha : “Terima kasih ,Pak . Perkenalkan saya Sultonis saya adalah pengusaha tenun tradisional .” Pihakbank : “Ada keperluan apa ?” Pengusaha : “saya ingin mengembangkan usaha saya , maka dari itu saya ingin mengajukan usulan kredit uang di bank ini. Ini saya membawa laporan-laporan tentang perusahaan saya Pak, silahkan dilihat “ (Menyerahkan laporan) Pihakbank : “Oh…… memangnya barapa besar kredit yang Anda inginkan ?” Pengusaha : “Rp 200 juta Pak.” PROLOG ORIENTASI PENGAJUAN
    • 13. Pihakbank : “Wah itu terlau besar ,Pak , bank kami tidak dapat mengabulkan ajuan Bapak. Dengan keadaan perusahaan Bapak, kami tidak bisa meminjamkan sebesar Rp 200.000.000,00 Pak. Kami khawatir Bapak akan kesulitan dalam pengembalian.” Pengusaha : “Tapi saya membutuhkan uang sebesar itu Pak .” Pihakbank : “Tapi itu terlalu besar Pak , bagaimana kalau Rp100 juta saja .” Pengusaha : “Tidak bisa Pak , karena biaya modal dan biaya bahan baku yang saya butuhkan sekitar 200 juta. Sekarang ini bahan baku sedang mahal Pak” PENAWARAN
    • 14. Pihak bank : “Bagaimana kalau Rp 120.000.000,00?” Pengusaha : “Itu terlalu kecil, Pak . Bagaimana kalau Rp 150 juta .” Pihak bank : “Emm , baiklah Rp 150.000.000,00. Mungkin kami akan mengusahaannya Anda tinggal membuat proposal saja .” Pengusaha : “Usahakan secepatnya ,Pak , saya akan mengirimkan proposalnya secepatnya .” Pihak bank : “Baiklah saya akan usahakannya.” Pengusaha : “Terima kasih ya ,Pak .” Pihak bank : “Baiklah sama-sama …” Pengusaha : “Saya permisi pulang dulu, Pak ….. “ Pihak Bank : “Baik,Pak. Hati-hati.. Semoga usaha Bapak semakin maju, dan tetap memilih bank kami untuk membantu Bapak.” (tersenyum) Pengusaha: “Aamiin. Iya ,Pak. Semoga bank ini juga semakin maju.” (bersalaman) PENAWARAN PENUTUP PERSETUJUAN
    • 15. Pemecahan Konflik
    • 16.  Pengelola Pasar : Permisi, bu. Penjual : Iya, Pak. ada apa? Pengelola Pasar : Ma'af, bu. sebaiknya ibu jangan berdagang di tempat ini, kasihan para pengendara ingin lewat, disamping itu jalan ini pun memang sudah terlalu sempit. Penjual : Wah Pak kenapa begitu? saya sudah berapa minggu jualan disini. Pengelola Pasar : bukan begitu, bu. Kita disini berusaha buat menjaga keamanan dan keselamatan para penjual dan pembeli. Penjual : Gak ada alasan Pak, saya harus tetap disini, kalo gak disini jualannya dagangan saya mana laku. saya mau makan apa? Pengelola Pasar : bukannya saya ngelarang ibu buat jualan di Pasar ini, tapi ibu bisa pindah ke tempat lain, jangan di tepi jalan begini. Penjual : Gak bisa Pak, gimana mau pindah, toh pasar udah sempit gini. Pengelola Pasar : Yaudah, gini aja, ibu saya mohon pindah dari tempat ini, biar saya carikan tempat baru. Penjual : Tapi kalau saya pindah, pelanggan saya pada susah nyari saya Pak Pengelola Pasar : Pasti ketemu, ibu tolong beresin barang-barang ibu sekarang, saya sudah sediakan tempatnya Penjual : (terdiam sejenak) Oke lah Pak. Pengelola Pasar : terimakasih bu Penjual : sama-sama Pak.
    • 17. Analisa  Tidak ada judul  Tidak ada perkenalan  Tanda baca lengkap  Bahasa yang digunakan formal  Tidak ada aktivitas non verbal  Menghasilkan kesepakatan
    • 18. Negosiasi pengurus pasar dan penjual  Suatu hari pengurus pasar mendatangi penjual yang berjualan di sekitar jalan. Pengurus pasar ingin merelokasi penjual tersebut kedalam pasar karena aktivitas jual beli di jalan mengganggu pengendara.  Peng. Pas : “Permisi, bu.” Penjual : “Iya, Pak. Ada apa?”  Peng. Pas : “Maaf, bu. sebaiknya Ibu jangan berdagang di tempat ini, kasihan para pengendara ingin lewat, disamping itu jalan ini pun memang sudah terlalu sempit.” Penjual : “Wah, Pak kenapa begitu? saya sudah beberapa minggu jualan disini.” Peng. Pas : “Bukan begitu, Bu. Kita disini berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan para penjual dan pembeli.” PROLOG ORIENTASI PENGAJUAN PENOLAKAN PENEGASAN ARGUMEN
    • 19. Penjual : “Tidak ada alasan Pak, saya harus tetap disini, kalo tidak disini jualannya dagangan saya tidak laku. Saya mau makan apa?” Peng. Pas : “Bukannya saya ngelarang Ibu buat jualan di pasar ini, tapi Ibu bisa pindah ke tempat lain, jangan di tepi jalan begini. Kasihan para pengendara ingin lewat, disamping itu jalan ini pun memang sudah terlalu sempit, lalu lintas menjadi terganggu Bu” Penjual : “Gak bisa Pak, gimana mau pindah?, toh pasar sudah sempit gini.” Peng. Pas : “Yaudah, begini saja, Ibu saya mohon pindah dari tempat ini, biar saya tunjukkan tempat baru karena saya telah menyediakan tempat untuk pedagang seperti Ibu.” Penjual : “Tapi kalau saya pindah, pelanggan saya pada susah nyari saya Pak.” Peng. Pas : “Pasti ketemu, Ibu tenang saja, Ibu tidak usah khawatir akan kehilangan pelanggan, karena tempat yang saya sediakan cukup strategis Bu. Jadi tolong segera Ibu bereskan barang-barang Ibu sekarang, saya sudah sediakan tempat untuk Ibu” Penjual : (terdiam sejenak) “Ya sudah, baiklah Pak.” Peng. Pas : “Terimakasih Bu.” Penjual : “Sama-sama Pak.” PENAWARAN PERSETUJUAN PENUTUP
    View More